1 Comment

Penyapihan si Adek Bagaikan Berdansa Dalam Badai

Adek

Senyum ini kembali lagi di wajah imutnya pada hari ketujuh penyapihan

Menyapih anak keduaku (kita panggil saja si adek) tidak semudah menyapih si kakak. Karakternya adek memang lebih keras dari kaka. Sounding yang embuk lakukan tidak hanya sehari dua hari tetapi hampir tiga bulan dan itu setiap saat dan setiap ada kesempatan. Tapi sepertinya sounding tidak bekerja dengan baik, mungkin soundingnya salah kali ya. Hehehe.

Pada bulan puasa, produksi ASI embuk turun drastis. Efeknya, si adek agak malas nenen. Capek mungkin ya karena usaha tidak sebanding dengan hasil. Ga ada asupan makanan ASI yang keluar dikit, alhasil si adek hanya nen sekitar 15 menitan kemudian minta dibikinin susu. Melihat itu embuknya seneng, sampe nyetatus segala kalau puasa kali ini sekaligus menjadi momentum penyapihan untuk si adek. Ternyata oh ternyata, begitu puasa usai dan embuk kembali makan tiga kali sehari dan ngemil ASI kembali deras. Si kecil nempel lagi. Gagal sudah. Malah kayak pelantikan pejabat saja, pisah sambut. Continue Reading »

Advertisements
Leave a comment

Vocalista Angel : Dari Klaten untuk Dunia

img_3715

Vocalista Angel dalam salah satu penampilan mereka

Minggu sore itu, embuknya janjian sama pelatih Vocalista Angel, namanya Yason Christy Pranowo. Mereka sudah mulai latihan sejak pukul 17.00 WIB tapi embuk baru datang pukul 18.00 WIB. Sengaja embuk datang satu jam setelah latihan dimulai karena embuknya kan ndak mau ganggu latihan anak-anak bersuara merdu ini. Continue Reading »

Leave a comment

Damai di Temu Nasional Lintas Iman dan Budaya

DoaBersamaLintasIman ( 2).jpg

Beberapa waktu lalu, embuk meliput sebuah acara namanya Temu Nasional Lintas Iman dan Budaya. Acaranya berlangsung di Klaten, di sebuah rumah retret yang bernama Panti Semedi. Banyak yang embuk tulis dari acara ini. Tidak tentang acaranya sih, tetapi dari hal-hal yang embuk ketahui dari acara tersebut. Continue Reading »

Leave a comment

Gerabah Bayat Di Klaten : Bikinnya Pake Teknik Unik

Gerabah Bayat 1.jpg

Proses pembentukan gerabah dengan putaran miring diklaim hanya ada satu di dunia dan itu di Melikan.

Di Klaten, Jawa Tengah ada Desa Wisata yang bernama Desa Melikan. Lokasinya di perbatasan dua Kecamatan di Klaten, yaitu Kecamatan Wedi dan Kecamatan Bayat. Desa ini merupakan sentra pembuatan gerabah yang dikenal dengan sebutan gerabah bayat. Nama bayat diambil dari nama desa tempat gerabah ini diproduksi. Uniknya, bayat yang dipakai sebagai nama gerabah ini bukanlah diambil dari nama Kecamatan Bayat, melainkan sebuah desa di Kecamatan Wedi yang bernama Desa Bayat yang justru tidak dimiliki oleh Kecamatan Bayat. Desa Melikan dan Desa Bayat itu letaknya sangat dekat, hanya berbatas jalan raya. Jika di sebelah utara Desa Melikan maka di sebelah selatannya Desa Bayat yang keduanya berada di Kecamatan Wedi. Continue Reading »

1 Comment

Ojek Difabel Satu-satunya Di Dunia ada di Jogja

Aris (kiri) dan Triyono (kanan) mengendarai ojek motor Difa di Kantor Difa.jpg

Mas Aris (kiri) bersama Pak Tri (kanan) di salah satu kendaraan milik Ojek Difa

September yang ceria lalu embuk sempat liputan ojek difabel satu-satunya di dunia yang adanya di Jogja Nama resminya Difa City Tour & Transport, sebutan asiknya Ojek Difa. Liputannya ga sendiri, ditemani adikku si Lili yang hapal sekali seluk beluk dan liku-liku jalanan di Jogja ga kayak embuk yang bingungan dan biasanya nyasar padahal dah nanya.

Janjiannya siang-siang gitu sama inisiatornya Ojek Difa, namanya Triyono. Kita sempat bingung nyari kantornya, karena kurang cermat aja. Pas nanya di SD dekat-dekat situ sama seorang ibu-ibu yang lagi jemput anaknya dia ga tau Ojek Difa. Lalu kita tanya-tanya ke ibu-ibu yang jualan di jalan kami masuk tadi, dia juga ga tahu pasti cuma tahu kalau ada sebuah rumah yang rame keluar masuk orang naik motor berbentuk gerobak.

Continue Reading »

Leave a comment

Cerita Liputan Eksekusi Mati Batch 3 : Romo Carolus

Romo Carolus

Romo Carolus saat dicegat wartawan jelang eksekusi hukuman mati tahap 3 di Cilacap, Jawa Tengah.

Kakek-kakek yang sedang dikerubuti jurnalis ini namanya Romo Carolus. Nama aslinya, Charles Patrick Burrows, aslinya dari Irlandia. Dia mulai ditugaskan di Paroki St Stephanus Cilacap pada 1973. Romo Carolus ini sudah berstatus sebagai Warga Negara Indonesia sejak tahun 1983.

Embuk sempat mewawancari Romo Carolus terkait eksekusi mati tahap 3. Yups, Romo memang salah satu rohaniawan pendamping terpidana mati di Nusakambangan. Romo tidak hanya mendampingi terpidana mati yang beragama katolik, pernah juga dia mendampingi terpidana mati yang beragama Nasrani.

Meski mendampingi terpidana mati, bukan berarti Romo mendukung eksekusi mati,  Romo pro-life. “Tentu saja saya prolife karena yang memberi hidup semua manusia adalah Tuhan.”

Continue Reading »

2 Comments

Mbah Gotho : Ketika Kematian Menjadi Yang (sangat) Diharapkan

KTPmbahGotho.jpg

Mbah Gotho yang bernama asli Sodimejo menunjukkan KTP-nya. Kenapa KTP-nya baru, karena sering hilang. *Copyrighted Kusumasari Ayuningtyas – BenarNews.org

Beberapa waktu lalu heboh pemberitaan tentang manusia yang diklaim tertua di dunia yang berasal dari Sragen, Jawa Tengah. Namanya mbah Gotho. Konon usianya saat ini sudah mencapai 146 tahun. Pertama baca berita itu di media online, ga begitu tertarik awalnya. Sampai kemudian, tibaknya embuk disuruh bikin ficernya si embah sama editor.

Embuk pun langsung cari info dong ya, dasarnya kemarin-kemarin nyante-nyante aja waktu teman-temin pada liputan. Dipikirnya si embuk kantor ga tertarik sama yang begituan. Hehehehe. Kontak sana kontak sini, dapat juga alamat si embah. Jauhnyooo, Sragen sih tapi perbatasan Jawa Timur. Horeee. Ya 3 Jam lah motoran lancar dari Klaten. Secara embuk kalau naik motor ya gitu deh, alon-alon penting kelakon.

Alhamdulillah, ada teman yang baik hati mau menemani embuk liputan ke sono. Diboncengin lagi si embuknya yang mulai rapuh ini. Ngebut dia, jadi cepat nyampainya. Udah dikasih ancer-ancer juga sama teman-temin yang lain, jadinya ga bingung-bingung bingits. Dasarnya si embah juga terkenal di seantero kampungnya sana.

Nah, pas dah nemu rumahnya, kita malah jadi bingung. Soalnya, di rumah yang selalu terbuka pintunya itu cuma ada si embah. Gimana caranya komunikasi yaks?! Mumetlah kita. Maklum, si embah kan sudah sepuh ya, matanya sudah banyak berkurang, lihat orang gitu mungkin kayak lihat bayangan aja. Bingung dia lihat kita berdua. Berkali-kali tanya kita itu siapa, cuma pindah tempat aja si embah balik nanya lagi, kita siapa, sebenarnya kita ke situ berapa orang, dst.

Continue Reading »