Leave a comment

Damai di Temu Nasional Lintas Iman dan Budaya

DoaBersamaLintasIman ( 2).jpg

Beberapa waktu lalu, embuk meliput sebuah acara namanya Temu Nasional Lintas Iman dan Budaya. Acaranya berlangsung di Klaten, di sebuah rumah retret yang bernama Panti Semedi. Banyak yang embuk tulis dari acara ini. Tidak tentang acaranya sih, tetapi dari hal-hal yang embuk ketahui dari acara tersebut.

Dimulai dari tulisan tentang rumah retret Panti Semedi yang merupakan rumah retret pertama yang didirikan di Jawa Tengah. Inisiator pendirian rumah retret Panti Semedi ini adalah Soegijapranata yang merupakan uskup pribumi pertama di Indonesia. Tulisan lengkapnya nanti saya tulis sendiri di halaman terpisah dari blog ini ya kaka. Heheheh.

Kemudian, di acara ini saya juga mendapatkan informasi menarik tentang Vocalista Angel. Grup paduan suara gerejawi yang berasal dari sebuah desa di Klaten yang kini telah mendunia. Uniknya, paduan suara ini juga beranggotakan muslim dan hindu lho. Eits, jangan sensi dulu ya gaes, mereka di sini hanya menyanyi, bukan yang lain. Catet! Ga usah sampai bawa-bawa surga neraka ya. Deal!

Nah, saya juga berkesempatan bertemu dengan seseorang yang kemudian menjadi narasumber saya di banyak berita. Hehehehe. Gus Jazuli A Kasmani dan Muhammad Al Fayyadl. Gus Jaz ini pengasuh Pondok Pesantren Pancasila Sakti yang juga menantu dari KH Liem Imampuro yang tersohor dan lebih dikenal dengan sapaan Mbah Liem itu.Gus Jaz adalah tokoh multikultural yang sangat luar biasa di Klaten.

Sedangkan Gus Fayyadl awalnya adalah narasumber yang diminta oleh editor video di media tempat saya bekerja untuk saya wawancara terkait sebuah isu. Nah, Gus Fayyadl yang ternyata masih muda ini tinggalnya di Probolinggo, dia pengasuh Ponpes Nurul Jadid. Lha setelah bertemu dan mengobrol, saya yang kudet ini baru tahu kalau Gus Fayyadl ikut mendampingi para Petani Kendeng. Yups, tak terhingga senangnya saya bertemu narasumber seperti ini. Heheheh.

Acara ini berlangsung beberapa dan puncaknya pada 16 November yang juga bertepatan dengan hari toleransi internasional. Serba pas dan kebetulan meskipun sebenarnya tidak kebetulan juga sih. Sempat kecewa karena tidak diperbolehkan mendengarkan dialog dan pembahasan di acara ini, tetapi berakhir menyenangkan karena banyak sekali yang bisa saya gali di acara ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: