Leave a comment

Vocalista Angel : Dari Klaten untuk Dunia

img_3715

Vocalista Angel dalam salah satu penampilan mereka

Minggu sore itu, embuknya janjian sama pelatih Vocalista Angel, namanya Yason Christy Pranowo. Mereka sudah mulai latihan sejak pukul 17.00 WIB tapi embuk baru datang pukul 18.00 WIB. Sengaja embuk datang satu jam setelah latihan dimulai karena embuknya kan ndak mau ganggu latihan anak-anak bersuara merdu ini.

Waktu embuknya baru membelok ke gang menuju lokasi latihan yang jaraknya sekitar 1 kilometer (baca : 50 meter) *sekarang kan jamannya lebay kaka* suara anak-anak Vocalista Angel sudah terdengar menggema. Mudah sekali menebak rumah mana yang mereka pakai untuk latihan. Secara embuk itu awalnya mikir, duh nanti bakalan tebak-tebak buah manggis kayak biasanya deh soalnya lokasinya di kompleks perumahan begitu kayak pas nyari lokasi kantor Ojek Difa.

Dengan mengendap-endap, embuk mendekat ke ruangan tempat latihan. Ada sekitar dua puluhan anak yang sedang serius menyanyi sambil mengikuti aba-aba dari Yason. Ternyata, kekhawatiran embuk tidak terjadi. Perhatian mereka sama sekali tidak teralihkan dengan kedatangan embuk. Hehehe. Geer banget ya embuknya seakan-akan bakalan jadi pusat perhatian, berasa Isyana sih embuknya.

Masih sekitar satu jam latihannya, embuk ditemani ngobrol oleh Mbak Wiwid, asistennya Mas Yason. Dari Mbak Wiwid ini embuk lumayan dapat banyak informasi termasuk tentang anggota paduan suara Vocalista Angel yang konon ada muslim dan hindunya juga. Termasuk tentang dukungan penuh dari sang manajer, Chatarina Advenita Tersierra Rosa yang sehari-hari tinggalnya di Australia tetapi siap datang ke Indonesia setiap kali Vocalista Angel membutuhkan dan tidak ragu merogoh uang sampai milyaran dari kantongnya sendiri demi memberangkatkan Vocalista Angel untuk mengikuti International Choir Games. Sayangnya, embuk tidak berkesempatan untuk wawancara dengan Ibu Thea (demikian sapaan akrab sang manajer menurut keterangan mbak Wiwid).

Embuknya yang nggumunan ini sempat melongo juga waktu anak-anak Vocalista Angel menyanyikan beberapa lagu yang menurut embuk jadi amazing gitu. Satu jam berlalu, latihan selesai, embuk pun memulai obrolan dengan Mas Yason.

Jadi begini, Vocalista Angel yang cikal bakalnya sudah dibentuk oleh Mas Yason sejak tahun 1985 awalnya adalah sebuah paduan suara gereja di sebuah gereja kecil di desa kecil juga di daerah Prambanan, Klaten. Ada 15 anak waktu itu. Lalu, karena mereka seringkali diajak Mas Yason untuk berpartisipasi di acara-acara Desa dan Kecamatan, paduan suara besutan Mas Yason ini mulai dikenal di kalangan gereja-gereja lainnya.

Undangan untuk tampil di berbagai gereja pun mulai sering diterima. Berlanjut dengan ketertarikan gereja-gereja lain untuk berkolaborasi dengan paduan suara yang belum punya nama tersebut. Hingga akhirnya, anak-anak gereja dari luar Prambanan mulai ikut bergabung. Oiya, luar daerah yang dimaksud itu cuma luar Kecamatan Prambanan dan tetap masih berada di wilayah Klaten karena paduan suara ini memang dikhususkan untuk warga Klaten.

Pada Desember 1997 barulah paduan suara ini diberi nama Vocalista Angel yang artinya malaikat bersuara merdu. Di tahun 2002, Vocalista Angel mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi atau Pesparawi di Magelang dan menang. Di situlah mereka berhasil menarik perhatian Ibu Thea yang saat itu menjadi salah satu jurinya. Dan sejak saat itu Ibu Thea menjadi manajer Vocalista Angel.

Sejak dipegang Ibu Thea, Vocalista Angel mulai mendunia. Mereka mengikuti berbagai perlombaan paduan suara tingkat nasional dan internasional. Setiap kali ikut kejuaran internasional selalu bawa pulang medali emas loh. Yang paling akhir tahun 2014 di International Choir Games di Riga, Latvia. Mereka berhasil bawa pulang 1 medali emas dan 1 medali perak meski kata Yason suara anak-anak Vocalista Angel sempat hilang mendadak karena cuaca dingin.

Oiya, dijelaskan juga sama Mas Yason, sejak mendunia, Vocalista Angel mulai melakukan perekrutan dengan menyebarkan pamflet atau pengumuman ke sekolah-sekolah umum di Klaten. Meski banyak sekali yang ikut, tetapi hanya sekitar 10 yang lolos audisi yang diadakan setiap 2 tahun sekali itu dan hanya 2-4 yang bertahan kemudian. Dari situlah anggota Vocalista Angel mulai berwarna.

Kedisiplinan yang utamanya membuat anak-anak yang lolos audisi tidak bisa bertahan. Bijimana bisa bertahan kalau mereka tidak boleh makan gorengan dan mimik es. Sungguh tidak mungkin bagi embuk melakukannya karena gorengan dan es teh adalah godaan duniawi yang sungguh luar biasa nikmatnya.

Dan Vocalista Angel ini tidak hanya tampil di gereja saja, mereka juga tampil di berbagai acara termasuk buka puasa bersama dan acara-acara agama lainnya. Mereka ini juga tidak mematok bayaran tertentu karena menyanyi dan menggembirakan orang adalah salah satu tujuan mereka.

Oiya, anak-anak anggota Vocalista Angel ini biasanya juga memiliki prestasi lain di luar Vocalista Angel. Suara mereka yang terasah membuat mereka memetik prestasi di bidang seni tarik suara. Prestasi ini juga berdampak positif pada bidang akademis mereka. IMG_3715.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: